Postingan

HIDAYAT HALIL, PIMPIN STUDY CLUB GERAKAN 759 MALUKU UTARA

Gambar
Study Club GERAKAN759 Maluku Utara gelar Kongres ke 1 di Ternate pada tanggal 20-24 Januari kemarin. Kongres sendiri merupakan forum tertinggi dalam Study Club GERAKAN759 sesuai AD BAB VII, ART BAB III. Di sela-selah pembahasan, dari pleno 1 hingga masuk pada pleno IV bertujuan mencari nahkoda baru guna menjalankan roda kepimpinan SCG759 untuk periode 2 tahun kedepan. peserta Kongres 1 berjumbla 20 yang terdiri dari 5 dilegasi sektor yakni sektor Ternate dan sektor Halsel dan 10 dilegasi Pimpinan Pusat.  Dari Kongres ke 1 tersebut, lahirlah pemimpin baru pemilik suara terbanyak dari hasil voting peserta sidang. Hidayat Halil namanya, Mahasiswa Fakultas Hukum semester 3 ini telah membuktikan kelayakannya menjadi Presidium ke 3 Study Club GERAKAN759 periode 2021-2023. Sebelum menjadi Presidium, Hidayat menjabat sebagai Sekretaris Jendral periode 2019 - 2021. Hidayat berharap terpilihnya dia sebagai Presidium Gerakan dapat membawa SCG 759 kearah yang lebih baik dengan menitik beratk...

AKSI KEMANUSIAAN PEDULI M. ABDUL KARIM (PENDERITA HIDROSEFALUS)

Gambar
    Ternate, 18 November 2020, sejumlah study club yang tergabung didalam front aksi kemanusiaan, diantaranya, Study Club Gerakan759, Study club Gerakan Timur, Study club Mahasiswa Revolusi Jalanan(MRJ), dan Komunitas Pemikir Ilmiah (KOPI), menggelar aksi kemanusiaan dengan rute awal didepan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun Ternate, kemudian melanjutkan perjalanan menuju area pusat perbelanjaan Jatiland Mall selanjutnya di depan Masjid Al-Munawar Ternate.       Aksi kemanusiaan ini digelar dalam rangka untuk membantu pengobatan seorang anak pengidap penyakit Hidrosefalus, M. Abdul Karim (6 bulan), yang beralamat di desa Gitaraja, Kecamatan Oba. Keluarga Abdul Karim sendiri telah mengupayakan segala cara untuk kesembuhannya, namun terkendala pada masalah biaya pengobatan yang cukup mahal, sehingga proses penyembuhan Abdul Karim pun tidak bisa dilakukan secepatnya. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah 'virus ekonomi' ini, Aliansi ...

FILOSOFI LOGO KONGRES Ke I STUDY CLUB GERAKAN759

Gambar
  Logo Kongres Study Club Gerakan 759 ke I berbentuk bulat terdiri dari; 1. 7 buah Pala 2. 5 dedaunan pada rangting  3. 9 cengkeh 4. Logo Gerakan dan  5. Nama KONGRES Filosofinya: Pala dan cengkeh merupakan indentitas komoditi yang ada di Maluku Utara. Sebagai bentuk Study Club yang ada di Maluku Utara patut memperjuangkan nilai-nilai dan budaya ciri khas Maluku Utara, yakni pala dan cengkeh.  Jumlah buah pala pada logo merepresentasikan bulan kelahiran Study Club Gerakan, yakni 7. Daun pada ranting berjumlah 5 yang merepresentasikan tanggal berdiri Gerakan, yakni tanggal 5. Semantara cengkeh yang berjumlah 9 menujukan tahun kelahiran Gerakan pada 2019.  Dari semangat 759 itulah mulai dibangun sistem pembelajaran kaders yang bertahap sesuai susunan pala dan cengkeh yang rapi dan sistematis.  Semantara logo gerakan yang ada dalam bingkaian pala dan cengkeh menujukan bahwa satu bentuk komitmen eksistensi Gerakan759 di Maluku Utara.  Tulisan Kongres mer...

NAMAKU RINDU

Gambar
  Oleh : Eko Saputra Namaku rindu, bahasa kaku yang sering kali gugur menyapa ragu.Menatap malu, namun fisi dalam sujud . Namaku rindu, luka antara jarak dan waktu. Sakit yang tak pernah berdara, pilu yang takbetnana, jalan buntuh hilang arah. Namaku rindu, pekat ketika malam tiba, hanyut ketika pagi kembali hadir, namun tetap saja perih, lantaran hari-hari tak ada yang berarti. Namaku rindu, diusir ketika mengusi padahal cuman datang sekedar berbisik, bahwa dia akan tetap ada di hati, selama doa tetap subur dilangit-langit ilahi. Namaku rindu, angin ribut yang memaksa masuk lewat sela-sela pintu, lalu menyatu dengan anggun tampak tahu cara untuk pulang. Namaku rindu, hujan dimalam menggu, hening dipuja waktu, malu ketika bertamu.

PENGASINGAN

Gambar
Oleh : Muhammad Azidan.  Pagi itu seperti pada biasanya, jauh dari kerumunan orang banyak dan di kala fajar persis sebelum sang surya bangkit dari balik cahaya fajar, aku duduk terpaku manatap keindahan alam, meminta semua yang kusaksikan menjelaskan realitas keindahan. Meminta kepada angin sepoi sepoi yang sejuk dan menyegarkan untuk menjelaskan alasan ia pergi menuju kota, di kendalikan oleh kehangatan matahari, ke kota tempat kuman kuman penyakit akan melekat pada keliman pakaiannya dan napas beracun manusia akan menyerangnya.  Lalu aku mulai beralih melihat ke bunga bunga nan indah, dan melihat mereka nampak sedih, lalu ku lontarkan pertanyaan " Wahai bunga yang indah, mengapa kalian nampak bersedih" salah satu dari mereka menjawab " Kami meratap karena manusia akan tiba, memetik leher kami, membawa kami jauh ke kota, dan menjual kami layaknya tawanan budak. Perlahan mataku mulai melirik sungai yang mengalir mengikuti setiap bentuk batu batu yang menghempit, tanpa ha...

Study Club Gerakan 759 Merupakan Study Club dari Organisasi Pelajar Islam Indonesia, apa bukan..?

Gambar
  Gerakan.Net. Dalam kegiatan Leadership School (LES) Angktan II yang dilaksanakan kurang lebih 2 hari pada tanggal 19-20 Agustus di aula MA Darul Ulum Sasa.  Saat itu presidium gerakan 759 Bachtiar Malawat membawa materi tentang GERAKAN KITA,  tiba-tiba ada  seorang peserta yang bertanya. "Study Club Gerakan 759 ini merupakan Study Club Organisasi PII apa bukan".? Dengan alasan sebab 759 merupakan sandi dan ada keeterkaitan dengan Organisasi PII.  Kemudian dijawab oleh presidium gerakan yakni Bachtiar Malawat, Bahwa Study Club Gerakan 759 bukan merupakan Study Club organisasi PII, Sebab 759 itu sendiri tidak ada keterkaitannya dengan PII karna 759 merupakan tanda kelahiran Study Club Gerakan 759 Sesuai kesepakatan yang telah dibangun oleh para pendiri Study Club yang tertera dalam konstitusi, bahwa angka 759 adalah merupakan angka-angka dari bulan tanggal dan tahun kelahiran. Angka 7 merupakan angka bulan Juli sebagaimana bulan Juli merupakan bulan ke 7, angka ...

Pandemi dan Keberlangsungan Pendidikan

Gambar
  Oleh : Bachtiar S. M  (Presidium Gerakan759) Gerakan.Net. Tujan utama Pendidikan adalah memanusiakan manusia yang mampu membedakan hal baik dan buruk. Artinya, rusak atau tidaknya negara tergantung pola pendidikan generasi saat ini. Jika generasi hari ini dididik menjadi generasi pembelajar, maka negara punya masa depan yang cerah. Namun jika sebaliknya, negara akan menuju kehancuran. Tan Malaka menyebutkan, tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.  Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan, sepertinya "gugup" dalam mencari formula yang pas untuk keberlangsung pendidikan Indonesia. Ini dibuktikan dengan kebijakan belajar daring atau sistem online yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan yang dikeluarkan hanya dengan alasan memutuskan mata rantai penularan Covid-19, memberikan dampak buruk terhadap proses pendidikan di Indonesia. Kebijakan "Tiba saat tiba akal" yang diamb...